Audit Rumah Keluarga dengan Disabilitas Aman Bencana

Audit Rumah Keluarga dengan Disabilitas Aaman Bencana. Merupakan salah satu kegiatan CIQAL yang didukung oleh Disability Rights Fund (DRF)/Disability Rights Advocacy Fund (DRAF). Kegiatan dimaksudkan untuk mengetahui seberapa aman rumah yang ditempati penyandang disabilitas dari bencana. Juga untuk mengetahui seberapa paham penyandang disabilitas dan keluarganya terkait apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Juga untuk mengetahui seberapa aksesibel rumah yang ditinggali oleh penyandang disabilitas.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengambil beberapa sampel rumah keluarga yang ada penyandang disabilitas di dalamnya. Dilakukan di Kalurahan/Desa Srihardono (Kapanewon/Kecamatan Pundong), Kalurahan Palbapang (Kapanewon Palbapang), Kalurahan Bangunjiwo (Kapanewon Kasihan), dan Kalurahan Tirtosari (Kapanewon Kretek). Pemilihan lokasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan risiko bencana di masing-masing desa.

Dari audit keseluruhan yang sudah dilakukan oleh tim, hasilnya adalah sebanyak 25% rumah dengan dengan penyandang disabilitas di 4 desa Kabupaten Bantul dikategorikan RENTAN dari bencana, sedangkan sebanyak 75% dikategorikan CUKUP, artinya cukup aman. Dari hasil audit ini tidak ada yang berada pada kategori SIAP.

Secara rinci kegiatan audit dilakukan dengan mengidentifikasi beberapa aspek, antara lain: keamanan struktural, aksesibilitas darurat, fasilitas darurat, sistem informasi bencana, mitigasi bencana spesifik, serta pelatihan dan kesiapsiagaan.

Pada saat kegiatan audit, juga dilakukan sosialisasi kepada keluarga disabilitas yang rumahnya diaudit tentang, antara lain tentang, apa yang harus dilakukan pada saat bencana terjadi, termasuk siapa yang harus dihubungi pada saat keadaan darurat.

Kegiatan dilakukan CIQAL dengan bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bantul dan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Kabupaten Bantul, dengan melibatkan penyandang disabilitas setempat.

Dengan dilakukannya kegiatan audit rumah keluarga dengan disabilitas aman bencana ini, dan walaupun sampel, setidaknya dapat diketahui gambaran rumah dari keluarga yang ada penyandang disabilitas di dalamnya, tentang seberapa aman pada saat bencana terjadi. Karena bagaimanapun juga pada saat bencana, penyandang disabilitas memiliki risiko lebih tinggi daripada nondisabilitas. Dan keluarga mempunyai peran penting bagi keselamatan penyandang disabilitas pada saat terjadi bencana. Kondisi, struktur, dan penataan rumah juga berpengaruh pada keselamatan penyandang disabilitas saat terjadi bencana.

Oleh: Dwi Suka Sulistyaningsih

Scroll to Top